DIA MAHA PENYAYANG | Bagaimana dengan kita?
DIA MAHA PENYAYANG | Bagaimana dengan kita?

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
Mulakan dengan bismillah. Itulah yang diasuh dan diingatkan kepada kita sebagai hamba Allah yang diciptakan sebagai sebaik-baik makhluk ciptaan Allah.
Mengapa disuruh kita memulakan sesuatu dengan bismillah? Apa sebab?
Ya. Jawapannya sangat mudah. Setiap perkara yang berjaya atau gagal dilakukan adalah dengan izinNya. Semuanya atas kehendaknya. Tiada satu perkara pun yang mampu kita lakukan tanpa izinNya. Tanpa kasih sayangNya.
Sungguh, Dia maha pemurah lagi maha mengasihi. Sekalipun kita tidak mengucapkan terima kasih setiap kali terjaga dari kematian sementara (tidur) Dia yang Maha Pemurah dan mengasihi tetap bermurah memberi kasih sayangnya kepada semua hambaNya.
Setiap hari, Dia terus memberi tanpa mempedulikan apa yang dibalas hambaNya. Kerana apa?
Kerana sifat Ar-Rahman dan Ar-RahimNya. Ya kerana sifat maha itulah, kita manusia yang sering melakukan dosa terus mendapat nikmat dariNya.
Bagaimana dengan kita? Apa yang telah kita lakukan untuk Allah. Hak kita telah Dia berikan sesuai dengan kemampuan dan keperluan kita. Hak kepadaNya adakah kita telah tunaikan?
Kita sering lupa dan sentiasa melupakan dengan si pemberi. Begitu angkuh dan sombongnya kita. Kita menyangkakan semua yang kita peroleh dan berjaya adalah hasil usaha kita sendiri. Berbangga dengan apa yang kita miliki dengan merasakan semuanya hasil usaha sendiri. Kita percaya dengan meletakkan semuanya kerana usahaku yang bersungguh-sungguh. Betapa angkuhnya kita.
Namun, kerana sifat pemberi yang sangat pemurah, Dia terus memberi apa yang diminta dan tidak diminta. Sehingga hadir tegurannya.
| Firman Allah SWT yang bermaksud: "Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu) lagi Maha Pengampun, (bagi orang yang bertaubat)." (Surah al-Mulk, ayat 2) |
Di saat ini, kita mula menyalahkan si pemberi. Bersoal dan bertanya kenapa aku? Mengapa aku? Sombong dan pentingkan diri sendiri.
Setiap anak Adam pasti pernah melakukan dosa. Baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Bahkan dosa-dosa besar yang mungkin secara kasat mata tidak akan pernah terampuni. Padahal, tahukah anda bahwa Allah mengampuni segala bentuk dosa jika kita bertaubat. Bahkan ketika kita menghadap Allah dengan tumpukan dosa yang begitu menggunung. Tapi jika kita bertaubat, maka Allah lebur semua dosa-dosanya.
Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula,” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Setiap dosa –baik dosa kecil, dosa besar, dosa syirik bahkan dosa kekufuran- bisa diampuni selama seseorang bertaubat sebelum datangnya kematian walaupun dosa itu sepenuh bumi.
Begitulah sifat Maha Pemurah dan Maha Pengasih Allah SWT. Tiada Tuhan yang layak dan ada untuk disembah selainNya.
Bertanyalah kepada diri sendiri sebelum mempersoalkan mengapa dan kenapa aku?
Mudah-mudahkan kita semua termasuk dalam golongan hambaNya yang mendapat keampunan dan rahmatNya. Aminn.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas teguran dan nasihat anda. Saling berpesan-pesan agar Allah kasih dan sayang pada kita semua.